Minggu, 07 Juli 2013

Anak, anugrah dalam pernikahan

Menikah adalah sunnah Rasul, orang yang ingin menikah pasti mempunyai tujuan, kebanyakan orang mempunya tujuan menikah, yaitu ingin mempunyai keturunan. Anak adalah sebuah simbol keluarga, karena keluarga terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Mempunyai keturunan adalah sebuah kesempurnaan dalam pernikahan. Tapi, harus diingat, bahwa anak itu bukan kita, dan bukan ambisi kita. Dia adalah amanah yang diberikan Alloh tuk kita jaga, bimbing dan didik sesuai fitrahnya. Anak adalah bekal kita tuk mencapai syurga. Karena, seseorang tidak meninggalkan apa-apa sesudah mati, kecuali anak yang sholeh, shodaqoh jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Untuk itu, marilah mulai sekarang kita ubah cara mendidik anak kita dari kekerasan menjadi kasih sayang.
Fitrah anak adalah bermain, sudahkah anda memberikan anak anda wadah tuk bermain yang bermakna?
Bermain bermakna adalah bermain yang diarahkan, didampingi, dan dipantau oleh kita. Maksudnya adalah, jika anak kita sedang bermain masak-masakan, tanyakan padanya : "Nak, hari ini kamu masak apa?". Jawab anak : "Masak mie goreng, ma!". Anda dapat melanjutkan percakapan dengan menanyakan anak, bagaimana cara masaknya, bumbunya apa saja, apa rasa garam, cabe, atau berapa sendok memasukkan bumbu ke dalam masakan.